....................................................

Maaf, Sayang...
Aku bukanlah sampah yang bisa kaupungut atau kaubuang seenaknya!!

Minggu, 26 September 2010

Guru

Guru ajarkan rendah hati
Guru tirukan tinggi hati

(Munafik! Ini batin disayat!)
 
 
-------------------------------

Jakarta, 17 Maret 2010

Fragmen Indonesia

bunuh negeri
bunuh bangsa
menggurat darah
memburat moral

amarah kepul
mental hancur
lahap sepotong busuk fragmen basi
membilur tanah sukma
bungkus mata
hilang afeksi
gilai emosi

buru harta
buru jaya
buru singgasana

aforisme melayang
hukum mampus; terpenggal


--------------------------------

Jakarta, 26 Juni 2010

Maaf, Meragu!

Beratus pasukan detik melampau. Hasrat membunuh. Sebab intervensi: membauri bahasa, yang (telah) binasa dan memancing lenyap. Entah si Pemancing atau si Cacing, aku tidak peduli.

Topeng, topeng, topeng, letakan dihatiku. Biar racun hitam (racikan mahluk bengis) melahap sadis.
sibuk berulah
mengganti jubah
topeng
topeng
topeng
atau wajah?

"Minggir! Dokter ingin melihatnya sendiri!"

pisau bedah kunci perkara

"SAKSIKANLAH!! SAKSIKANLAH!!
MISTERI AKAN TERBEBAS ATAU BINASA"

Boleh kucabik sedikit? Sebab sangsi.



------------------------

malam ini ada tamu, yang membisik -- sedikit mengalih tahta; untaian abjad di rumah katamu (maaf, kubalas dingin)

Sabtu, 25 September 2010

Tatap Tari Mati

sangsi saya tetap sangsi menari tari mati ditatap
membungkam membisu dengan si pemati
mati mati mati hati
alangkah dungu!
tarian mati pengundang mati buktikan mati hati
diam diam bungkam bisu curi rupa

kini benar terbukti
mati hati mati mati rasa mati mati mati mati

ini belati hujamkan di sini

------------------------


Jakarta, 23 April 2010

(Kepada Pria Juru Kunci)
Tiada sia. Ia sungguh tak bernyawa.